Selasa, 20 September 2011

SHALAWAT AN-NUURID DZAT


SHALAWAT AN-NUURID DZAT
(SHALAWAT PERISAI DIRI)
PERISAI DIRI DARI MARABAHAYA,
PERISAI DIRI DARI SEGALA MACAM PENYAKIT
PERISAI DIRI DARI SEGALA SENGKALA JODOH,
PERISAI DIRI DARI SEGALA KESEMPITAN RIZQI,
PERISAI DIRI DARI SEGALA MACAM KESULITAN HIDUP,
MEMBUKA PINTU KESUKSESAN DAN KEBERUNTUNGAN,
MEMPERKUAT KEIMANAN DAN TAQWA
***
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”
QS: (Al Ahzab : 56)
Shalawat adalah permohonan kepada Alloh SWT agar memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya. Apabila Shalawat dijadikan do`a, maka menjadikan do`a tersebut segera naik ke langit.
Tidak diragukan lagi bahwasanya shalawat kepada Nabi saw memiliki keutamaan dan fadhilah yang luar biasa bagi orang yang mengamalkannya. Kesimpulan ini didukung oleh dalil-dalil dari al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih. Untuk mendapatkan fadhilah tersebut, maka orang berlomba-lomba memperbanyak shalawat.
Kali ini saya ingin berbagi tentang salah satu Shalawat Nabi SAW, yang disebut dengan Shalawat An-Nuurid Dzat, cukup terkenal di kalangan pesantren dan spiritualis. Banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan. Saya yakin andapun akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dalam hidup anda karena ridho Allah swt. Amiien.
Sholawat An Nuuridz Dzaat:
“Allohumma sholi wa salim wa barik ala sayidina muhammad. Annurid’dzati was sirris saari fi sairil asmai
wash shifati wa ala alihi wa shobihi wa salim”
(Artinya : Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kami Muhammad, cahaya diri dan rahasia yang beredar dalam seluruh asma dan sifat, juga limpahkan hal yang sama kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya)
ADAPUN CARANYA SEBAGAI BERIKUT:
  1. Kerjakan Puasa 3 hari berturut-turut. Dimulai hari Selasa.
  2. Sebelum mulai tirakat puasa, lakukan pembersihan diri dulu dengan cara mandi jinabat. Dilakukan pada hari Senin sore sebelum Mahgrib. Dengan niat seperti berikut ini : “Hamba berniat mandi jinabat untuk membersihkan diri dari semua kotoran lahir dan bathin karena Allah Ta’ala”.
  3. Selama dalam masa puasa tersebut, perbanyaklah membaca sholawat An Nuuridz Dzaat. Misalnya setiap selesai sholat fardhu dibaca 21 kali dan tengah malam setiap selesai sholat Lail (tahajud / hajat ) dibaca 41 kali.
  4. Dihari terakhir puasa, malam harinya (malam Jumat), jangan tidur sampai terbit matahari. Malam itu gunakan untuk sholat malam dan ber-dzikir membaca sholawat An Nuuridz Dzaat sebanyak 1440 kali.
  5. Setelah selesai membaca shalawat 1440 x, lalu baca doa ini satu kali: “Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yaa Allah dengan hikmah-Mu bukakanlah diriku bagaikan terbukanya para ahli makrifat dan bentangkanlah rahmat-Mu terhadapku wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
  6. Ritual selesai setelah matahari terbit di hari Jumat.
  7. Kemudian setelah selesai masa puasanya, bacaan sholawat tersebut harus dibaca secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali.
InsyaAllah, dengan selalu memohon ridho dan perlindungan Allah swt, ilmu spiritual ini akan bermanfaat bagi diri pribadi dan orang-orang yang kita sayangi. Semoga dijauhkan dari segala hal yang buruk dan merugikan. Dibukakan segala pintu kebaikan dan kesuksesan. Amiin.
KHASIAT :
Setelah anda melakukan pembangkitan energi spiritual sejati shalawat An-Nuurid Dzat diatas tadi dan tekun membaca wiridnya InsyaAllah ilmu ini sangat bermanfaat dalam kehidupan kita. Berikut ini beberapa manfaat yang pernah saya rasakan.
Antara lain untuk :
1. PERISAI DIRI / BENTENG GHAIB DARI SEGALA MARABAHAYA
Secara otomatis tubuh kita seperti terselimuti energi ghoib yang senantiasa melindungi dari segala ancaman yang bersifat merusak baik dari bangsa ghoib (sihir) maupun ancaman nyata seperti perampok, kerusuhan dan sebagainya. Caranya, biasakanlah sebelum berangkat berpergian membaca doa. Misalnya seperti ini:
“Allohumma sholi wa salim wa barik ala sayidina muhammad. Annurid’dzati was sirris saari fi sairil asmai wash shifati wa ala alihi wa shobihi wa salim”
“Bismillah tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah”
(Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya).
Maka InsyaAllah anda akan selamat sampai tujuan hingga pulang kembali ke rumah berkat perlindungan Allah swt.
2. KESELAMATAN DARI ANCAMAN SEGALA KEJAHATAN & KERUSUHAN
Apabila anda terdesak atau tiba-tiba dalam keadaan menghadapi marabahaya, kerusuhan massa, maka peganglah / tekan pusar sambil membaca :
Bismillaahil la-dzi laa ya-dhur-ru ma’asmihi syai-un fil ardhi walaa fis-samaa’i wahuwas samii’ul aliim
(Artinya : Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit tidak akan berbahaya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)
“Yaa Qowiyu Yaa Matiin (3x)
(Yaa Tuhan Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kokoh)
Allahuma inni as alukas salamata” (3x)
(Yaa Tuhan selamatkanlah diriku)
Berkat perlindunganNYA anda akan selamat dari marabahaya apapun; pengeroyokan, kerusuhan dan tindakan destructif lainnya yang membahayakan keselamatan. InsyaAllah tetap selamat !
3. KESELAMATAN DARI ANCAMAN SENJATA TAJAM
Amalkanlah shalawat ini secara rutin InsyaAllah, dengan ijin-NYA anda tidak akan terjamah oleh serangan senjata tajam atau jenis senjata apapun selamanya.
4. BENTENG BADAN ANTI PENGEROYOKAN
Amalkanlah shalawat ini secara rutin InsyaAllah, dengan ijin-NYA anda terlindungi dari tindakan pengecut seperti pengeroyokan, ditikam dari belakang, fitnah, selamanya.
5. KEWIBAWAAN GANDA
Atas rahmat Allah setelah anda sering membaca wirid diatas, maka pancaran aura kewibawaan anda akan semakin luar biasa dan berpengaruh terhadap orang disekeliling anda. Sehingga kawan akan menjadi hormat dan lawan akan segan. Cara untuk menumbuhkan kewibawaan tersebut, cukup dengan kontak batin sambil tahan nafas sejenak :
Yaa Qowiyu Yaa Matiin (3x)
Memancarlah Perbawaku. Taklukan sukma orang ini terhadapku !!”
Saat tahan nafas dalam hati ucapkan kalimat diatas sambil membayangkan sinar / aura wibawa luar biasa keluar dari dalam diri memancar mempengaruhi sekitar anda. Lalu lepas nafas dan bernafas seperti biasanya.
Kalimat diatas bisa diganti terserah anda, yang penting niat harus kuat dan yakin. Bila anda tahu nama orangnya kata orang ini dalam setiap kontak batin dapat diganti nama orang tersebut.
6. REJEKI LANCAR DAN BAROKAH
Untuk melancarkan datangnya rejeki, maka bacalah secara rutin setiap habis sholat lima waktu sholawat diatas sebanyak 3 kali. Lakukanlah dengan istiqomah (tekun), insyaAllah rejeki akan datang dengan lancar.
Bila anda betul-betul dalam kondisi yang sangat membutuhkan, maka amalan diatas ada baiknya diiringi dengan puasa sunah selama 7 hari. Dan memohonlah kepada Allah swt Yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah dan Maha Pemberi, dengan penuh pengharapan dan kekusyukan. 
7. KELUARGA HARMONIS DAN JAUH DARI SEGALA PENYAKIT
Dengan sendirinya bila anda sering dan banyak membaca sholawat atas Nabi saw, seperti diatas, insyaAllah diri atau badan anda sehat dijauhkan dari segala macam penyakit badan dan penyakit hati. Keluarga hidup rukun sejahtera. Amiin.
Dari Abdullah Bin Amru bin Al Ash ra, telah mendengar Rasulullah saw bersabda : Siapa yang membacakan selawat untukku satu kali, Allah akan menurunkan rahmat  kepadanya sepuluh kali.
Rahmat Allah swt itu meliputi segala sesuatu kebaikan (rejeki, kesehatan, keselamatan dll), baik untuk diri sendiri maupun orang lain/keluarga.
8. PENGASIHAN SEJATI (BUKA AURA)
Dengan penyelarasan energi kharismatik anda akan mempunyai daya Pengasih untuk menambah kepercayaan diri dan menumbuhkan kharisma, sehingga InsyaAllah akan diperlakukan dengan baik penuh welas asih oleh siapa saja.
Caranya sebelum berangkat pergi menemui seseorang, bacalah sholawat diatas 1 kali. Lalu baca kontak batin dibawah ini untuk menyelaraskan energi karismatik anda dengan orang yang dituju. Lalu tiupkan ke telapak tangan anda dan usapkan ke seluruh wajah.
“Bersinarlah daya pengasihku selimuti seluruh tubuhku.
Semua orang datanglah kepadaku dengan baik penuh
welas asih (cinta kasih) !!”
9. PENYEMBUHAN SEGALA MACAM PENYAKIT
Pengobatan ini bisa digunakan untuk penyembuhan diri sendiri atau orang lain.
  • Bacakanlah sholawat diatas pada segelas air putih (tawar) sebanyak kemantapan hati anda, bisa 3 kali, 7x atau 21 x atau 41x atau 99 kali. Air putih dalam keadaan sedang-sedang (tidak panas dan bukan air es).
  • Setelah selesai membaca tiuplah air tersebut.
  • Niatkan untuk memohon obat  (kesembuhan) kepada Allah swt, atas penyakit yang diderita.
  • Lakukan beberapa kali sampai ada perubahan yang membaik. Lakukan dengan penuh konsentrasi, yakin dan tawakal kepada Allah swt.
10. MENGISI ENERGI SPIRITUAL (GHAIB) KEDALAM SUATU BENDA
Bila anda ingin mentransfer energi spiritual ke suatu benda misalnya batu cincin / akik, serban, tasbih, keris dan sebagainya agar mengandung energi ghoib untuk tujuan kewibawaan, pengasihan atau tujuan lainnya bagi yang memakainya.
Caranya mudah, cukup rendamkan kedalam air kelapa hijau yang telah dibacakan Shalawat An Nuurid Dzat sebanyak 1440 kali. Lalu agar energi spiritualnya tidak mudah hilang, luntur, menyusut maka bacakan ayat ini 1 kali pada benda yang telah selesai direndam tersebut :
“Bismillahirrohmanirrohim. Innama yastajibul ladziina yasmau’na wal mauta yab’atsuhumul lahu tsuma ilaihi yurjaun” (1x)
Dilanjutkan dengan membaca sholawat An Nuurid Dzat 14 kali.
Nb. Tatacara meritual air kelapa adalah seperti diatas, yaitu Puasa 3 hari, dimulai hari Selasa. Pada malam Jumat, rendamlah benda tersebut kedalam air kelapa kemudian dibacakan shalawat 1440 kali.
11. DAN LAIN-LAIN, SESUAI NIAT DAN KEHENDAK ANDA
Bila anda tekun mewirid atau membaca amalan shalawat ini, insyaAllah dengan ijin-NYA, anda dapat mengembangkan manfaat dari ilmu ini untuk berbagai keperluan sesuai hajat anda, dan dengan metode atau cara-cara yang anda mengerti, selama masih diridhoi Allah swt. Amiin.
TESTIMONI :
Pengalaman Nyata dari para sedulur & Pewaris RasaSejati :
Assalamulaikum.
Semoga Ki Umar sehat sekeluarga dan diridhoi sang Maha Kuasa. Setelah saya mempelajari SELAWAT NURID DZAT saya bisa Mendeteksi penyakit dan bisa mengobati orang. Saya sendiripun heran, karena baru pertama kalinya. Saya amalkan untuk menyelamatkan orang dan saya tidak meminta bayaran. Kecuali mereka memberi dan saya tak mampu untuk menolaknya. Karena profesi saya kerja dikantor. Saya hanya mau bantu orang saja. Terimakasih banyak atas semua doa Ki Umar, saya akan mempelajari semua ilmu yang telah Ki Umar turunkan kepada saya, insyaAlloh.
(Pewaris) Yth.Fajar, Medan, Sumatera – Indonesia
***
Assalamu’alaykum wrwb.
NuwunSewu, salam salim kagem saudaraku semua dan guru Ki UmarJogja yang saya hormati, semoga segenap keluarga besar Rasasejati dalam nikmat sehat wal afiat. Mau share sedikit guru : Ternyata sholawat An-Nuridzat sungguh dahsyat untuk pengobatan. Yang pertama saya coba pada adik sepupu yg umurnya baru 1 th menderita sakit panas selama 3 hari. Saya coba urut/pijit dengan membaca Al-Fatihah dan An-nuridzat, tidak sampai 15 menit setelah itu badannya langsung dingin dan keesokan harinya ternyata sudah sembuh sampai sekarang.
Pengalaman kedua baru tadi siang waktu naik Bis. Anak saya mabuk merasa pusing dan pengin muntah. Saya bacakan Al-fatihah dan An-nuridzat pada air putih di botol. Tidak sampai 10 menit anak saya langsung tertidur dan sampai rumah dalam keadaan segar kembali. Alhamdulillah dan terima kasih guru.
9 Juli 2011, dikirim oleh Yth.Wanoko (pewaris), Indonesia
Demikian Ilmu Shalawat An Nuurid Dzat ini kami tularkan semoga bermanfaat. 

Roh Jiwa dan Nafs


Roh adalah rahsia Tuhan yang di tiupkan kepada nafs (jiwa atau badan). Roh ini menyebut dirinya AKU, yang disebut bashirah (yang mengetahui atas jiwa, qalb, fizik dan lain-lain. - lihat tafsir Shafwatut Attafaasir surat Al qiayamah: 14 )
Baiklah agar tidak bingung, mari kita bahas satu persatu menurut dalil qoth'i.


Apakah roh itu ??
Mengapa Allah merahsiakan Roh dan mengaitkannya dengan Roh-Nya, dan didalam Alqur'an termasuk kelompok ayat-ayat mutasyabihat (makna yang dirahsiakan), kerana pada ayat tersebut terdapat kalimat Roh manusia adalah Roh yang ditiupkan dari ROH-KU (Min ruuhii) erti harfiahnya adalah Roh milik Allah. Akan tetapi para mufassir menterjemahkan Roh ciptaan Allah. - saya tidak berani menafsirkan kerana dari segi tata bahasa ayat ini termasuk kalimat muatasyabihat, tidak ada menunjukkan bahawa Roh itu ciptaan Allah, kerana itu saya tidak berani menterjemahkan kalimat ini - sebab Allah sendiri melarang meraba-raba atau mereka-reka seperti apa roh itu .Kecuali hanya boleh merasakan bahawa di dalam diri ini ada yang melihat (bashirah) setiap gerak-gerik jiwa dan pikiran serta perasaan kita. Dan bashirah bersifat fitrah (suci) kerana ia selalu bersama dan mengikuti amr-amr (perintah) Tuhannya .
    "Maka apabila telah Aku menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (Al Hijr,29)
An Nafs adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau susuk yang tergambarkan, yang diciptakan dari unsur alam iaitu min sulaatin min thiin (ekstrak alam), sedangkan Roh bukan tercipta dari unsur alam ataupun dari unsur yang sama dengan Malaikat mahupun Jin, sehingga mereka hingga kini tidak mengetahui dari unsur apa roh manusia diciptakan. Bahkan Allah membiarkan para Malaikat dan Syaitan tak berhenti berfikir penasaran, apakah gerangan yang menyebabkan manusia memiliki kedudukan lebih tinggi dari bangsa malaikat dan Syaitan serta makhluk-makhluk yang lainnya, Allah hanya berkata : "Inni a'lamu maa laa ta'lamuun … Aku lebih mengetahui dari apa-apa yang kalian tidak ketahui." (QS. Al Baqarah: 30). Para malaikat protes atas kebijaksanaan Allah yang dianggap tidak masuk akal, dengan perasaan ragu mereka akhirnya mengungkapkan rasa penasarannya kepada Allah … ataj'alu fiiha man yufsidu fiiha wayasdikuddimaa' wanahnu nussabbihu bihamdika wanuqaddisulaka ?? Mengapa Engkau hendak menjadikan ( khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakkan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?? Tuhan berfirman : "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqarah: 30 )
Rahsia roh ini ditegaskan oleh Allah dalam surat Al Isra' :85
    "Dan mereka bertanya kepadamu tentang Roh, katakanlah : Roh itu termasuk urusan-Ku (amr-Tuhanku) dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit ."
Seperti apa yang sebutkan diatas saya tidak berani menafsirkan, apakah Roh itu, apalagi menterjemahkan sebagai Roh ciptaan-Ku. Saya akan tetap mengikuti erti lafadz aslinya iaitu Ruuhii (Roh-Ku) kerana disana disebutkan kalian tidak memiliki pengetahuan tentang Roh kecuali hanya sedikit sekali.
Dan roh ini memiliki sifat yang Mengetahui, seperti pada surat :Al qiyamah ayat : 14
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (nafs). Di dalam nafs (diri) manusia ada yang selalu tahu, iaitu Aku. Iaitu Roh manusia yang menjadi saksi atas segala apa yang dilakukan nafsinya (diri). Ia mengetahui kebohongan dirinya (nafs), kemunafikan, rasa angkuhnya, dan rasa kebencian hatinya. Kerana itu sang roh disebut min Amri rabbi - selalu mendapatkan intruksi-instruksi Tuhan-Ku. Mengapa demikian, - kerana ia tidak pernah mengikuti kehendak nafsunya dan tidak pernah menyetujuinya tanpa kompromi sedikitpun. Ialah disebut fitrah yang suci, dan fitrah manusia selalu seiring dengan fitrah Allah (QS. Ar Rum:30)
Jadi jika manusia mengikuti fitrahnya, maka ia akan selalu mengikuti kehendak ilahi.
Kemudian Apakah Nafs itu ??
Nafs mempunyai beberapa makna :
Pertama, Nafs yang berkaitan dan tumpuan syahwat atau hawa (hawa berasal dari bahasa Arab yang tercantum dalam Alqur'an, wanaha An nafsa `anil hawa - dan ia menahan dirinya (fiziknya) dari keinginannya (hawanya) ( An Nazi'at :40-41). Iaitu hawanya mata, hawanya telinga, hawanya mulut, hawanya kemaluan, hawanya otak dan lain-lain. Hawa-hawa atau syahwat, selalu berkecenderungan kepada asal kejadiannya iaitu sari pati tanah - dengan demikian An nafs bererti fizik (tanah yang diberi bentuk). Dia akan bergerak secara naluri mencari bahan-bahan unsur asal fiziknya, ketika kekurangan energi atau kekurangan unsur-unsur asalnya maka ia akan segera mencari atau secara naluri ia akan berkata, saya lapar, saya haus !!
    "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari ekstrak yang berasal dari tanah." (QS. Al Mukminun:12)
    "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang berstruktur (berbentuk), maka apabila Aku telah meniupkan kepadanya Roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS. Al Hijir: 28-29)
An nafs erti fizik yang mempunyai bahan dari ekstrak tanah yang mempunyai bentuk .
Kedua, An Nafs bererti : Jiwa , - jiwa mempunyai beberapa sifat, nafs lawwamah (pencela), nafs muthmainnah (tenang), Nafs Ammarah bissu' (sentiasa menyuruh berbuat jahat).
    Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah ….. (QS. Al Fajr : 27-28)
    Wala uqsimu binnafsil lawwamah …(QS. Al Qiyamah:2)
    Wama ubarriu nafsii, innannafsa laammaratun bissuu' (QS. Yusuf:53)
Sedangkan Qalb, ertinya sifat jiwa yang berubah-ubah, tidak tetap. Terkadang ia bersifat muthmainnah, kadang juga lawwamah, atau berubah menjadi ammarah bissuu'
Watak seperti inilah yang dimaksud dengan QALB (berbolak-balik), jadi keliru kalau dikatakan qalb itu adalah wujud kerana dia bukan jiwa, akan tetapi merupakan sifatnya jiwa yang selalu berubah-rubah. Jiwa yang mempunyai sifat berubah-rubah inilah, dinamakan Qalbun !! sedangkan jiwa yang selamat disebut Qalbun salim (selamat dari sifat yang berubah-rubah) - illa man atallaha biqalbin saliim - kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (QS. Asy Syura: 89)
An nafs (jiwa ) memiliki alat-alat, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal. Sedangkan An Nafs (fizik ) memiliki alat-alat : Penglihatan ( mata ), Pendengaran (telinga), Perasa (lidah), Peraba, Penciuman (hidung).
Selanjutnya saya akan menguraikan kitab Barnabas berikut ini :
    "…kemudian berkata Isa, demi Allah pada hadirat-Nya Rohku berdiri, banyak yang sudah tertipu mengenai kehidupan kita. Kerana demikian saling merapatnya antara Roh dan perasaan telah berhubungan bersama, hingga sebahagian besar manusia mengiakan Roh dan perasaan itu menjadi satu dan hal yang sama, hanya terbaginya dalam penugasan sedangkan tidak dalam wujud, menyebutkannya sensitive (rasa perasaan), vegetative (tubuh yang tumbuh) dan intellectual soul (Roh berfikir, cerdas akal). Tetapi sungguh aku katakan kepadamu, roh itu adalah satu, yang berfikir dan hidup. Orang-orang dungu, dimanakah akan mereka dapatkan roh akal tanpa kehidupan ? tentulah keadaan ketidak sadaran, apabila rasa perasaan meninggalkannya." Thaddeaus menjawab, "O Guru, apabila rasa perasaan ( sense) meniggalkan kehidupan (life) seorang manusia tidak mempunyai kehidupan."
Ayat diatas menjelaskan banyak orang tertipu mengenai kehidupan, sesungguhnya Roh itulah yang menyebabkan orang itu hidup dan berfikir dan memiliki perasaan (sense), tubuh yang bergerak dan tumbuh, berfikir dan berakal. Semuanya itu kerana adanya Roh. Dan Thaddeaus menyimpulkan bahawa jika manusia tidak memiliki Roh maka tidak akan ada kehidupan pada dirinya. Bererti rasa (sense) intellectual soul merupakan intrument roh.
Kemudian pada pasal 123
    Ketika semua duduk, Isa berkata lagi, ALLAH kita untuk memperlihatkan kepada makhluk-makhluk-Nya kasih sayang-Nya dan rahmat serta Maha Kuasa-Nya, dengan Maha pemurah dn Maha Adil-Nya, membuat sesunan dari empat hal berlawanan yang satu dengan yang lain, lalu menyatukannya dalam suatu tujuan ahkir, itulah manusia dan ini adalah tanah, udara, air dan api. Supaya tiap-tiap satu sama lain menenangkan pertentangannya. Dan dari empat benda ini, dia menjadikan sebuah kendi (bejana) itulah tubuh manusia, daging, tulang-tulang, darah, sum-sum dan kulit dengan saraf-saraf dan pembuluh-pembuluh darah, dan dengan semua bagian-bagian dalamnya; dalam tempat itu Allah meletakkan ROH dan rasa perasaan, laksana dua tangan dari hidup ini. Memberikan tempat kepada rasa perasaan pada setiap bagian tubuh untuk itu menebarkan dirinya disana seperti minyak. Dan kepada Roh, dia memberikan untuk tempatnya hati, yang bersatu dengan perasaan, dialah akan menerima seluruh kehidupan itu.
Ayat ini menerangkan penciptaan manusia seperti terdapat di dalam Al qur'an surat Al Hijir 28-29 , sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya Roh-Ku , maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud ,
    Surat Al mukminun: 12 , berasal dari ekstrak tanah
    Surat Al hajj : 5, manusia dari turab (berupa debu)
    Surat Ar Rahman : 14 , dari tanah liat yang kering seperti tembikar.
Pasal 179, dikatakan Roh itu bersifat universal dan besarnya 1000 kali lebih besar dari seluruh bumi.
Sebenarnya pasal ini hampir sama dengan keterangan saya pada bab hakikat manusia, bahawa jiwa adalah bersifat sangat luas dengan identitas dirinya yang dipanggil sebagai feminin kerana sifatnya yang universal - Ya Ayyatun nafsul muthmainnah - wahai jiwa yang tenang. Penggunakan Ya nida'(Ayyatuha) atas jiwa sebenarnya biasa digunakan untuk memanggil wanita, juga untuk panggilan (nida') sesuatu yang sangat luas berdasarkan dalil kullu jam'in muannatsin - sesuatu yang bersifat universal atau luas disebut muannats (feminin). Misalnya, jannatun (syurga), samawat (langit), Al Ardh (bumi), Al jamiat (universitas / universal).
Hampir jarang orang menyadari akan dirinya sebenarnya sangat luas, akan tetapi kesadaran ini telah lama menyesatkan fikiran kita yang menganggap bahawa diri kita sebatas apa yang tergambar secara kasat mata saja, padahal lebih dari yang ia bayangkan, bahawa manusia baik logam, tumbuhan dan gunung adalah sebetulnya terdiri dari suatu untaian kejadian-kejadian atau proses. Dimana segala alam lahir ini tersusun oleh senyawa-senyawa kimiawi yang dinamai zarrah (atom). Dan atom-atom ini dalam analisa terakhir adalah satu unit tenaga listrik, yang energi positifnya (proton) berjumlah sebanyak energi negatifnya (electron) di dalam atom ini - setiap detik terjadi loncatan dan pancaran (chark and spark) secara terus menerus. itulah semburan-semburan yang tidak ada hentinya dari daya listrik. Manusia tidak mampu melihat semburan atau loncatan yang tidak putus-putus dengan kecepatan yang sangat luar biasa ini dengan kasat mata biasa, kecuali dengan kesadaran ilmu yang cukup - sebagaimana Al qur'an mengungkapkan tentang gunung yang dianggap oleh orang awam seperti diam tak bergerak :
    "Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awam." (QS. An Naml:88)
Secara fizik ,manusia bersifat luas dan rohani meliputi keluasan alam semesta.
Demikian yang saya tahu, mudah-mudahan bahasa Jawa lebih memungkinkan mengisi makna bahasa Arab yang tinggi nilai balaghahnya.

Jumat, 16 September 2011

Mencari Tuhan seperti Nabi ibrahim

Mencari Tuhan seperti Nabi ibrahim
Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah bapanya para Nabi.nabi Ibrahim memiliki perjalanan menarik ketika mencari Tuhan
Ibrahim adalah salah satu manusia pilihan yang menggambarkan pencarian Tuhan dengan sangat luar biasa sebagaimana diceritakan dalam surat Al Anam ayat 75-79
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin (75)
. Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam" (76).
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat" (77).
Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (78).
 Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79).”
Dari kisah yang tertuang diatas Nabi Ibrahim pertama kali mencari Tuhan saat malam datang.saat itulah ia melihat bintang,karena melihat bintang yang bercahaya diangkasa maka ia berkata bahwa bintang itu adalah Tuhannya.
Tapi Ibrahim kembali bertanya Tanya saat bintang tadi berganti dengan datangnya Bulan kemudian berganti lagi menjadi matahari akhirnya ia tidak lagi berorientasi kepada ciptaan
Diayat 79 ibrahim menyebut bahwa seharusnya Tuhannya adalah yang menciptakan semuanya itu..yang tidak hilang,yang tidak tergantikan dan yang abadi..
Janganlah mencari ciptaan carilah penciptaNya..
Jangan mencari yang fana carilah yang abadi..
Keempat Solawat Yang Diajarkan Oleh Jibril
    

    $ ()  *+  , (*&# - . '
        
 
  !"#
$% &
  $ ()  *+  , .2 1 - - . '
       /  
 
   0* 1 - '$ ()  *+
, *
5 9 - . '
     
   $*
5 9
$% & . 3 (4  3 ( 5 6
7+ '$ ()  *+  
  : 
   ;*
  9
$% &  . 3 (4  3 ( 5 6
7+ '$ ()  *+     $ ()  *+ 
 $* !< 
$% & .3 (4  3 ( 5 6
7+ '$ ()  *+     $ ()  *+  ,  *
  9 - . '
 
.3 (4  3 ( 5 6
7+ '$ ()  *+     $ ()  *+  , * &< - . '
     
 
“Wahai Allah! Limpahkanlah solawat ke atas Muhammad, hambaMu dan pesuruhMu, nabi yang buta huruf,
dan ke atas keluarga Muhammad, isteri-isterinya ibu-ibu bagi orang-orang yang beriman, dan keturunannya,
dan anggota-anggota rumahnya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan solawat ke atas Ibrahim dan ke atas
keluarga Ibrahim, pada sekalian alam. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji, Maha Mulia.
Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah
mencucuri rahmat ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Terpuji lagi
Maha Mulia.
Ya Allah! Cucurilah belas kasih sayang ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana
Engkau telah mencucuri belas kasih sayang ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau
Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Wahai Allah! Limpahkanlah kesejahteraan ke atas Muhammad dan ke atas keluarga Muhamad,
sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan ke atas Ibrahim dan ke atas keluarga Ibrahim.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Komentar oleh Asy-Syeikh Yusuf Isma’il An-Nabhani  :
     

        ! " # $  % &'( )* + ,
* -./ 
B5 985': #?:55A <B 5A 0
10
2 3456 70    5! 0 8 9     5 : :5 <; 0=:>0. 70    5! 0 8 ?      5 : :5 <; !0@0A 70    5! 0 8 ?      5 > " # $
 C 8   8 DEF # C 8 DEF 8  G  HI* +     J":C5 ?#: ?K9
:I5L5 0
5M5N*0 0&5.502 5-95! ?#: ?O9    0N5L 80N0 :5
.PQ
www.alraufi.blogspot.com
2
Telah berkata Al-Imam Asy-Sya’rani  di dalam Kasyf Al-Ghummah, bahawa telah bersabda Baginda
J, “Jika engkau sekalian bersolawat ke atasku, engkau sekalian bacalah......”, dan Baginda J telah
menyebutkan solawat ini.
Dan beliau (Al-Imam Sya’rani ) telah berkata lagi sesudah itu bahawa telah bersabda Baginda J,
“Begitulah yang telah disampaikan pada tanganku oleh Jibril, dan dia (Jibril) telah berkata, “Begitulah
yang telah disampaikan pada tanganku oleh Mikail, dan dia (Mikail) telah berkata, “Begitulah yang telah
disampaikan pada tanganku oleh Tuhan Yang Memiliki Ketinggian, Yang Maha Agung dengannya
(solawat di atas), aku akan menjadi saksi baginya pada Hari Kiamat dengan penyaksian, dan aku akan
memberi syafa’at kepadanya.”
Dan di dalam Asy-Syifa’, telah disebutkan sanadnya yang disampai kepada ‘Ali (Zainal ‘Abidin) ibn
Husain daripada bapanya Al-Husain daripada bapanya ‘Ali ibn Abi Tolib .
(Sumber daripada kitab =>-? (<  =@
 "ABC karangan Asy-Syeikh Yusuf ibn Isma’il An-Nabhani )

Ragam Dzikir





Description: zikir 
Ibnu Athaillah As Sakandary
Dzikir itu bermacam-macam. Sedangkan Yang Didzikir hanyalah Satu, dan tidak terbatas. Ahli dzikir adalah kekasih-kekasih Allah. Maka dari segi kedisiplinan terbagi menjadi tiga:
Dzikir Jaly Dzikir Khafy
Dzikir HaqiqiDzikir Jaly (bersuara), dilakukan oleh para pemula, yaitu Dzikir Lisan yang mengapresiasikan syukur, puhjian, pebngagungan nikmat serta menjaga janji dan kebajikannya, dengan lipatan sepuluh kali hingga tujuh puluh.Dzikir Batin Khafy (tersembunyi) bagi kaum wali, yaitu dzikir
dengan rahasia qalbu tanpa sedikit pun berhenti. Disamping terus menerus baqa’ dalam musyahadah melalui musyahadah kehadiran jiwa dan kebajikannya, dengan lipatan tujuh puluh hingga tujuh ratus kali.
Dzikir Haqiqi yang kamil (sempurna) bagi Ahlun-Nihayah (mereka yang sudah sampai di hadapan Allah swt,) yaitu Dzikirnya Ruh melalui Penyaksian Allah swt, terhadap si hamba. Ia terbebaskan dari penyaksian atas dzikirnya melalui baqa’nya Allah swt, dengan symbol, hikmah dan kebajikannya mulai dari tujuh ratus kali lipat sampai tiada hingga. Karena dalam musyahadah itu terjadi fana’, tiada kelezatan di sana.
Ruh di sini merupakan wilayah Dzikir Dzat, dan Qalbu adalah wilayah Dzikir Sifat, sedangkan Lisan adalah wilayah Dzikir kebiasaan umum. Mananakala Dzikir Ruh benar, akan menyemai Qalbu, dan Qalbu hanya mengingat Kharisma Dzat, di dalamnya ada isyarat perwujudan hakikat melalui fana’. Di dalamnya ada rasa memancar melalui rasa dekatNya.
Begitu juga, bila Dzikir Qalbu benar, lisan terdiam, hilang dari ucapannya, dan itul;ah Dzikir terhadap panji-panji dan kenikmatan sebagai pengaruh dari Sifat. Di dalamnya ada isyarat tarikanpada sesuatu tersisa di bawah fana’ dan rasa pelipatgandaan qabul dan pengungkapan-pengungkapan.
Manakala qalbu alpa dari dzikir lisan baru menerima dzikir sebagaimana biasa.
Masing-masing setiap ragam dzikir ini ada ancamannya.
Ancaman bagi Dzikir Ruh adalah melihat rahasia qalbunya. Dan ancaman Dzikir Qalbu adalah melihat adanya nafsu dibaliknya. Sedangkan ancaman Dzikir Nafsu adalah mengungkapkan sebab akibat. Ancaman bagi Dzikir Lisan adalah alpa dan senjang, maka sang penyair mengatakan :
Dialah Allah maka ingatlah Dia
Bertasbihlah dengan memujiNya
Tak layaklah tasbih melainkan karena keagunganNya
Keagungan bagiNya sebenar-benar total para pemuji
Kenapa masih ada
Pengandaian bila dzikir-dzikir hambaNya diterima?
Manakala lautan memancar, dan samudera melimpah
Berlipat-lipat jumlahnya
Maka penakar lautan  akan kembali pada ketakhinggaan
Jika semua pohon-pohon jadi pena menulis pujian padaNya
Akan habislah pohon-pohon itu, bahkan jika dilipatkan
Takkan mampu menghitungnya.
Dia ternama dengan Sang Maha Puji
Sedang makhlukNya menyucikan sepanjang hidup
Bagi kebesaranNya.
Perilaku manusia dalam berdzikir terbagi tiga:
  • Khalayak umum yang mengambil faedah dzikir.
  • Khalayak khusus yang bermujahadah
  • Khalayak lebih khusus yang mendapat limpahan hidayah.
  • Dzikir untuk khalayak umum, adalah bagi pemula demi penyucian. Dzikir untuk khalayak khusus sebagai pertengahan, untuk menuai takdir. Dan dzikir untuk kalangan lebih khusus sebagai pangkalnya, untuk waspada memandangNya.
  • Dzikir khalayak umum antara penafian dan penetapan (Nafi dan Itsbat)
  • Dzikir khalayak khusus adalah penetapan dalam penetapan (Itsbat fi Itsbat)
  • Dzikir kalangan lebih khusus Allah bersama Allah, sebagai penetapan Istbat (Itsbatul Istbat), tanpa memandang  hamparan luas dan tanpa menoleh selain Allah Ta’ala.
  • Dzikir bagi orang yang takut karena takut atas ancamanNya.
  • Dzikir bagi orang yang berharap, karena inginkan janjiNya.
  • Dzikir bagi penunggal padaNya dengan Tauhidnya
  • Dzikir bagi pecinta, karena musyahadah padaNya.
  • Dzikir kaum ‘arifin, adalah DzikirNya pada mereka, bukan dzikir mereka dan bukan bagi mereka.
  • Kaum airifin berdzikir kepada Allah swt, sebagai pemuliaan dan pengagungan.
  • Ulama berdzikir kepada Allah swt, sebagai penyucian dan pengagungan.
  • Ahli ibadah berdzikir kepada Allah swt, sebagai rasa takut dan berharap pencinta berdzikir penuh remuk redam.
  • Penunggal berdzikir pada Allah swt dengan penuh penghormatan dan pengagungan.
  • Khalayak umum berdzikir kepada Allah swt, karena kebiasaan belaka.
[pagebreak] Hamba senantiasa patuh, dan setiap dzikir ada yang Diingat, sedangkan orang yang dipaksa tidak ada toleransi.
Tata cara Dzikir ada tiga perilaku :
1. Dzikir Bidayah (permulaan) untuk kehidupan dan kesadaran jiwa.
2. Dzikir Sedang untuk penyucian dan pembersihan.
3. Dzikir Nihayah (pangkal akhir) untuk wushul dan ma’rifat.
Dzikir bagi upaya menghidupkan dan menyadarkan jiwa, setelah seseorang terlibat dosa, dzikir dilakukan dengan syarat-syaratnya, hendaknya memperbanyak dzikir :
“Wahai Yang Maha Hidup dan Memelihara Kehidupan, tiada Tuhan selain Engkau.”
Dzikir bagi pembersihan dan penyucian jiwa, setelah mengamai pengotoran dosa, disertai syarat-syarat dzikir, hendaknya memperbanyak :
“Cukuplah bagiku Allah Yang Maha Hidup nan Maha Mememlihara Kehidupan.”
Description: zikir2
Ada tiga martabat dzikir :
Pertama, dzikir alpa dan balasannya adalah terlempar, tertolak dan terlaknat.
Kedua, dzikir hadirnya hati, balasannya adalah kedekatan, tambahnya anugerah dan keutamaan anugerah.
Ketiga, dzikir tenggelam dalam cinta dan musyahadah serta wushul. Sebagaimana dikatakan dalam syair :
Kapan pun aku mengingatMu, melainkan risau dan gelisahku
Pikiranku, dzikirku, batinku ketika mengingatMu,
Seakan Malaikat Raqib Kau utus membisik padaku
Waspadalah, celaka kamu, dzikirlah!
Jadikan pandanganmu pada pertemuanmu denganNya
Sebagai pengingat bagimu.
Ingatlah, Allah telah memberi panji-panji kesaksianNya padamu
Sambunglah semua dari maknaNya bagi maknamu
Berharaplah dengan dengan menyebut kebeningan dari segala yang rumit
Kasihanilah kehambaanmu yang hina dengan hatimu
Siapa tahu hati menjagamu
Dzikir itu sendiri senantiasa dipenuhi oleh tiga hal :
  • Dzikir Lisan dengan mengetuk Pintu Allah swt, merupakan pengapus dosa dan peningkatan derajat.
  • Dzikir Qalbu, melalui izin Allah swt untuk berdialog dengan Allah swt, merupakan kebajikan luhur dan taqarrub.
  • Dzikir Ruh, adalah dialog dengan Allah swt, Sang Maha Diraja, merupakan manifestasi kehadiran jiwa dan musyahadah.
Dzikir Lisan dan Qalbu yang disertai kealpaan adalah kebiasaan dzikir yang kosong dari tambahan anugerah.
Dzikir Lisan dan Qalbu yang disertai kesadaran hadir, adalah dzikir ibadah yang dikhususkan untuk mencerap sariguna.
Dzikir dengan Lisan yang kelu dan qalbu yang penuh adalah ketersingkapan Ilahi dan musyahadah, dan tak ada yang tahu kadar ukurannya kecuali Allah swt.
Diriwayatkan dalam hadits : “Siapa yang pada wal penempuhannya  memperbanyak membaca “Qul Huwallaahu Ahad” Allah memancarkan NurNya pada qalbunya dan menguatkan tauhidnya.
Dalam riwayat al-Bazzar dari Anas bin Malik, dari Nabi saw. Beliau bersabda :
“Siapa yang membaca surat “Qul Huwallahu Ahad” seratus kali maka ia telah membeli dirinya dengan surat tersebut dari Allah Ta’ala, dan ada suara berkumandang dari sisi Allah Ta’ala di langit-langitNya dan di bumiNya, “Wahai, ingatlah, sesungguhnya si Fulan adalah orang yang dimerdekakan Allah, maka barang siapa yang sebelumnya merasa punya pelayan hendaknya ia mengambil dari Allah swt .
Diriwayatkan pula: “Siapa yang memperbanyak Istighfar, Allah meramaikan hatinya, dan memperbanyak rizkinya, serta mengampuni dosanya, dan memberi rizki tiada terhitung. Allah memberikan jalan keluar di setiap kesulitannya, diberi fasilitas dunia sedangkan ia lagi bangkrut. Segala sesuatu mengandung siksaan, adapun siksaan bagi orang arif adalah alpa dari hadirnya hati dalam dzikir.”[pagebreak]
Dalam hadits sahih disebutkan:
“Segala sesuatu ada alat pengkilap. Sedangkan yang mengkilapkan hati adalah dzikir. Dzikir paling utama adalah Laa Ilaaha Illalloh”.
Unsur yang bisa mencemerlangkan qalbu, memutihkan dan menerangkan adalah dzikir itu sendiri, sekaligus gerbang bagi fikiran.
Majlis tertinggi dan paling mulia adalah duduk disertai kontemplasi (renungan, tafakkur) di medan Tauhid. Tawakkal sebagai aktifitas qalbu dan tauhid adalah wacananya.
Pintu dzikir itu tafakkur,
Pintu pemikiran adalah kesadaran.
Sedang pintu kesadaran zuhud.
Pintu zuhud adalah menerima pemberian Allah Ta’ala (qona’ah)
Pintu Qonaah adalah mencari akhirat.
Pintu akhirat itu adalah taqwa.
Pintu Taqwa ada di dunia.
Pintu dunia adalah hawa nafsu,.
Pintu hawa nafsu adalah ambisi.
Pintu ambisi adalah berangan-angan.
Angan-angan merupakan penyakit yang akut tak bias disembuhkan.
Asal angan-angan adalah cinta dunia.
Pintu cinta dunia adalah kealpaan.
Kealpaan adalah bungkus bagi batin qalbu yang beranak pinak di sana.
Tauhid merupakan pembelah, di mana tak satu pun bisa mengancam dan membahayakannya. Sebagaimana  dinkatakan :
“Dengan Nama Allah,  tak ada satu pun di bumi dan juga tidak di langit yang membahayakan, bersama NamaNya. Dan Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Tauhid paling agung, esensi, qalbu dan mutiaranya adalah Tauhidnya Ismul Mufrad  (Allah) ini, menunggalkan dan mengenalNya.
Sebagian kaum ‘arifin ditanya mengenai Ismul A’dzom, lalu menjawab, “Hendaknya anda mengucapkan: Allah!”, dan anda tidak ada di sana.
Sesungguhnya orang yang berkata “Allah”, masih ada sisa makhluk di hatinya, sungguh tak akan menemukan hakikat, karena adanya hasrat kemakhlukan.
Siapa pun yang mengucapkan “Allah” secara tekstual (huruf) belaka, sesungguhnya secara hakikat dzikir dan ucapannya tidak diterima. Karena ia telah keluar (mengekspresikan) dari unsur, huruf, pemahaman, yang dirasakan, simbol, khayalan dan imajinasi.  Namun Allah swt, ridlo kepada kita dengan hal demikian, bahkan memberi pahala, karena memang tidak ada jalan lain dalam berdzikir, mentauhidkan, dari segi ucapan maupun perilaku ruhani kecuali dengan menyebut Ismul Mufrad tersebut menurut kapasitas manusia dari ucapan dan pengertiannya.
Sedangkan dasar bagi kalangan khusus yang beri keistemewaan dan inayah Allah swt dari kaum ‘arifin maupun Ulama ahli tamkin (Ulama Billah) Allah tidak meridloi berdzikir dengan model di atas. Sebagaimana firmanNya :
“Dan tak ada yang dari Kami melainkan baginya adalah maqom yang dimaklumi.”
Sungguh indah apa yang difirmankan. Dan mengingatkan melalui taufiqNya pada si hamba, memberikan keistemewaan pada hambaNya. Maka nyatalah Asmaul Husna melalui ucapannya dan dzikir pada Allah melalui dzikir menyebut salah satu AsmaNya.
Maka, seperti firmanNya “Kun”, jadilah seluruh ciptaan semesta, dan meliputi seluruh maujud.
Siapa yang mengucapkan “Allah” dengan benar bersama Allah, bukan disebabkan oleh suatu faktor tertentu, namun muncul dari pengetahuan yang tegak bersamaNya, penuh dengan ma’rifat dan pengagungan padaNya, disertai penghormatan yang sempurna dan penyucian sejati, memandang anugerah, maka ia benar-benar mengagungkan Allah Ta’ala, benar-benar berdzikir dan mengagungkanNya dan mengenal kekuasaanNya.
Sebab, mengingat Allah dan mentauhidkanNya adalah RidloNya terhadap mereka bersamaNya, sebagaimana layakNya Dia Yang Maha Suci.
Ma’rifat itu melihat, bukan mengetahui. Melihat nyata, bukan informasi. Menyaksikan, bukan mensifati. Terbuka, bukan hijab. Mereka bukan mereka dan mereka tidak bersama mereka dan tidak bagi mereka. Sebagaimana firmanNya :
“Nabi Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat kepadanya.” (Az-Zukhruf: 59)
“Dan jika Aku mencintainya, maka Akulah Pendengaran baginya, Mata dan tangan dan Kaki baginya.”
Bagiamana jalan menuju padaNya, sedang ia disucikan
Dari aktivitas keseluruhan dan bagi-bagi tugas?
Demi fana wujud mereka, karena WujudNya
Disucikan dari inti dan pecahan-pecahannya?
Tak satu pun menyerupaiNya, bahkan mana dan bagaimana
Setiap pertanyaan tentang batas akan lewat
Dan diantara keajaiban-keajaiban bahwa
WujudNya di atas segalanya dan sirnanya pangkal penghabisan.